Menurut saya ada tiga hal penting yg harus kita punya: Tekad, Sabar, Optimis. Tekad untuk bisa menyelesaikan skripsi tepat waktu, sabar melewati rintangan-rintangan selama proses mengerjakan, dan harus optimis tentunya. Jangan lupa berdo'a...
Nah, saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya dalam menyelesaikan skripsi saya beberapa bulan lalu.
Jadi kebetulan saat semester 6 ada satu mata kuliah di mana kami ditugaskan oleh dosennya untuk menyelesaikan sebuah studi kasus. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok memilih gulungan kertas berisi judul studi kasus yang sebelumnya telah disiapkan oleh beliau. Tugas kelompok dan judul dari kelompok kami inilah cikal bakal Skripsi saya.
Singkat cerita, tibalah hari presentasi kelompok kami. Saat presentasi Alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan. Nah, sebenarnya pada saat proses mengerjakan saya sudah tertarik dengan tugas tersebut dan saat dikomentari oleh dosen mata kuliah itu bahwa hasil tugas dan presentasi kelompok kami sebenarnya adalah 'contoh sederhana' skripsi, maka saya mantap menggunakan itu sebagai acuan dalam penulisan skripsi saya nantinya.
Selain bertanya pada dosen mata kuliah tersebut saya juga konsultasi dengan dosen mata kuliah Metode Penelitian Ilmiah yang saat itu juga kami dapat saat semester 6. Saya mulai mengumpulkan referensi dan mulai mencicil sedikit demi sedikit proposal skripsi saya. Kebetulan untuk mata kuliah Metode Penelitian Ilmiah kami diwajibkan untuk membuat satu proposal di akhir pertemuan nanti. Saya sudah pasti mengumpulkan proposal skripsi saya itu dan Alhamdulillah dinilai cukup bagus meskipun ada beberapa poin yang harus saya tambahkan. Saat itu dibayangan saya adalah: proposal saya sudah hampir selesai dan harus saya selesaikan. Saking semangatnya saya berniat untuk bisa ujian proposal di semester 7 khakhakak.
Namun ternyata niat saya tidak berjalan sesuai dengan yang saya harapkan. Semester 7 adalah semester yang lebih sibuk dari semester-semester sebelumnya. Saya harus membagi waktu saya untuk kuliah, tugas-tugas dari dosen, KKS, plus waktu untuk organisasi dan herannya saya masih punya waktu untuk menyanyi di Smule khakhakakak. Meski begitu saya tetap optimis bahwa saya tetap bisa ujian proposal secepatnya.
Semester 7 berakhir dan tibalah semester 8. Saya sempat khawatir tidak lulus kuliah tepat waktu apalagi saat dengar kalo beberapa teman KKS saya sudah ada yang ujian proposal tapi saya enyahkan jauh-jauh pikiran itu. Awal semester 8, Januari dan Febuari adalah awal semester yang supersibuk turunan dari akhir semester 7. Jika kalian pernah melihat postingan saya di Facebook pada bulan-bulan itu, kalian pasti tahu 'kesibukan' apa yang saya maksud.
Pada akhir Febuari saya sudah start konsultasi dengan Pembimbing Proposal/Skripsi saya yang SKnya sebenarnya sudah keluar beberapa bulan sebelumnya. Ngomong-ngomong saat pertama kali mengajukan judul skripsi langsung diACC sama pembimbing setelah beliau bertanya beberapa hal dan setelah saya sampaikan kenapa saya memilih judul itu.
Minggu berikutnya saya bawa proposal skripsi saya untuk dikonsultasikan dan ternyata beliau memberikan beberapa koreksi. Ini untuk pertama kalinya saya tau bagaimana rasanya proposal dicoret-coret. Pulangnya langsung saya perbaiki, beberapa hari berikutnya saya bawa kembali ke pembimbing. Alhamdulillah dikonsultasi kedua itulah proposal saya diACC dan tepat 15 Maret pada hari Kamis saya ujian proposal.
Setelah ujian ada beberapa hal yang masih harus saya revisi atas saran dari penguji. Tidak mau menunggu lama, pulangnya langsung saya kerjakan. Beberapa hari setelah itu langsung saya bawa ke penguji untuk direvisi Alhamdulillah ternyata langsung diACC. Minggu berikutnya surat izin penelitian saya sudah ada dan tanpa menunggu lama surat tersebut langsung saya antar ke instansi yang diperlukan.
Nah, ada hal yang ngeselin tapi sekaligus juga nyenengin. Jadi sekitar jam 8 saya sudah ada di kantor instansi tersebut, setelah menunggu beberapa saat akhirnya saya dipanggil. Setelah menyampaikan maksud saya dan menyerahkan surat, ternyata kata pegawai instansi tersebut kalau surat saya paling lama diproses selama 7 hari dan paling lambat 3 hari. Baiklah, tidak apa-apa. Saya menyalami beliau, berterima kasih, lalu pamit pulang. Dan ini nih yang ngeselin, setelah sampai kosan saya yang jaraknya super jauh dari instansi tersebut dan baru saja melepas sepatu, saya dapat telpon dari pegawai tadi, kata beliau saya sudah bisa ke sana sekarang. Senang juga sih tapi khakhakakak. Akhirnya saya 'balik.'
Fyi, instansi tempat saya membawa surat izin penelitian ini adalah instansi yang akan memberikan saya surat pengantar untuk bisa meneliti di instansi tempat saya meminta data nantinya. Singkatnya ini adalah instansi pertama, jadi saya masih harus ke satu instansi lagi tempat saya meminta data. Dan tidak mau menunggu besok, setelah dari situ langsung saya bawa ke instansi kedua. Setelah menyerahkan surat saya diminta untuk kembali keesokan hari karena 'orang yang saya butuhkan' tidak ada saat itu.
Besoknya saya kembali dan disuruh langsung masuk ke salah satu ruangan. Di sana saya bertemu seorang ibu paruh baya. Sepertinya beliau memang sudah menunggu saya. Saya dipersilahkan duduk lalu beliau mulai bertanya banyak hal tentang skripsi saya. Setelah itu beliau tersenyum lalu memanggil seorang pegawai untuk mengantar saya ke tempat di mana 'data-data' yang saya perlukan itu ada.
Setelah mendapat 'data-data' tersebut, pulangnya langsung saya kerjakan skripsi saya. Saat itu sudah sore sekitar jam 4, karena saking asyiknya 'menguliti data-data itu' dan menyiksa laptop saya, saya sampai lupa waktu. Saya mengambil hp yang saat itu saya silent karena beberapa kali layarnya menyala, ada beberapa panggilan tak terjawab dan beberapa sms. Sms terakhir inilah yang membuat saya sadar bahwa semalaman ternyata saya tidak tidur. Ternyata sudah jam 9 pagi dan saya diajak ke kampus oleh teman. Bayangkan, dari jam 4 Sore hingga jam 9 pagi saya gak mandi, gak tidur, gak makan, saya cuman minum saat itu. Astaga.
Tapi gak apa-apa karena skripsi saya sudah selesai YEAAAAAAAY (maksudnya sudah siap untuk dikonsultasikan lagi dengan pembimbing). Anehnya saya gak ngantuk sama sekali bahkan juga gak lapar setelah itu khakhakakak.
Skripsi hasil ngezombie semalaman itu saya print out dan saya jilid, rencananya mau saya bawa hari itu juga tapi karena pembimbing saya hari itu gak ke kampus jadi saya putuskan untuk dibawa besok saja.
Saat konsul ke pemimbing-pembimbing saya, beliau-beliau agak kaget karena saya sudah "bakonsul lagi kong" padahal belum genap seminggu semenjak surat izin penelitian saya keluar. Dan syukurnya cuma ada beberapa poin yang harus saya tambahkan. Sama seperti saat konsul proposal, dua kali konsul Alhamdulillah diACC.
Sedihnya setelah diACC ternyata saya belum bisa ujian karena ketentuan ujian skripsi adalah minimal penelitian selama 1 bulan terhitung setelah ujian proposal sedangkan saya menyelesaikan skripsi belum juga genap dua minggu bahkan cuma perlu 3 hari untuk meneliti khakhakakak. Jadilah saya diminta menunggu dua minggu lagi agar genap sebulan untuk bisa ujian. Ya udahlah, dua minggu menunggu itu saya manfaatkan untuk menonton Spongebob di Youtube khakhakakak.
Bertepatan dengan hari Kartini, Sabtu 21 April 2018 saya ujian skripsi dan tanggal tersebut menjadi tanggal kelulusan saya. Hari yang spesial!
Semoga pengalaman saya tersebut bisa bermanfaat. Jika cuma sedikit yang bermanfaat, manfaatkan baik-baik. Yang gak bermanfaat kayak lupa makan dan lupa tidur itu jangan ditiru khakahakakak kalian gak akan mampu biar saya saja...
#cttnAA
Nah, saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya dalam menyelesaikan skripsi saya beberapa bulan lalu.
Jadi kebetulan saat semester 6 ada satu mata kuliah di mana kami ditugaskan oleh dosennya untuk menyelesaikan sebuah studi kasus. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok memilih gulungan kertas berisi judul studi kasus yang sebelumnya telah disiapkan oleh beliau. Tugas kelompok dan judul dari kelompok kami inilah cikal bakal Skripsi saya.
Singkat cerita, tibalah hari presentasi kelompok kami. Saat presentasi Alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan. Nah, sebenarnya pada saat proses mengerjakan saya sudah tertarik dengan tugas tersebut dan saat dikomentari oleh dosen mata kuliah itu bahwa hasil tugas dan presentasi kelompok kami sebenarnya adalah 'contoh sederhana' skripsi, maka saya mantap menggunakan itu sebagai acuan dalam penulisan skripsi saya nantinya.
Selain bertanya pada dosen mata kuliah tersebut saya juga konsultasi dengan dosen mata kuliah Metode Penelitian Ilmiah yang saat itu juga kami dapat saat semester 6. Saya mulai mengumpulkan referensi dan mulai mencicil sedikit demi sedikit proposal skripsi saya. Kebetulan untuk mata kuliah Metode Penelitian Ilmiah kami diwajibkan untuk membuat satu proposal di akhir pertemuan nanti. Saya sudah pasti mengumpulkan proposal skripsi saya itu dan Alhamdulillah dinilai cukup bagus meskipun ada beberapa poin yang harus saya tambahkan. Saat itu dibayangan saya adalah: proposal saya sudah hampir selesai dan harus saya selesaikan. Saking semangatnya saya berniat untuk bisa ujian proposal di semester 7 khakhakak.
Namun ternyata niat saya tidak berjalan sesuai dengan yang saya harapkan. Semester 7 adalah semester yang lebih sibuk dari semester-semester sebelumnya. Saya harus membagi waktu saya untuk kuliah, tugas-tugas dari dosen, KKS, plus waktu untuk organisasi dan herannya saya masih punya waktu untuk menyanyi di Smule khakhakakak. Meski begitu saya tetap optimis bahwa saya tetap bisa ujian proposal secepatnya.
Semester 7 berakhir dan tibalah semester 8. Saya sempat khawatir tidak lulus kuliah tepat waktu apalagi saat dengar kalo beberapa teman KKS saya sudah ada yang ujian proposal tapi saya enyahkan jauh-jauh pikiran itu. Awal semester 8, Januari dan Febuari adalah awal semester yang supersibuk turunan dari akhir semester 7. Jika kalian pernah melihat postingan saya di Facebook pada bulan-bulan itu, kalian pasti tahu 'kesibukan' apa yang saya maksud.
Pada akhir Febuari saya sudah start konsultasi dengan Pembimbing Proposal/Skripsi saya yang SKnya sebenarnya sudah keluar beberapa bulan sebelumnya. Ngomong-ngomong saat pertama kali mengajukan judul skripsi langsung diACC sama pembimbing setelah beliau bertanya beberapa hal dan setelah saya sampaikan kenapa saya memilih judul itu.
Minggu berikutnya saya bawa proposal skripsi saya untuk dikonsultasikan dan ternyata beliau memberikan beberapa koreksi. Ini untuk pertama kalinya saya tau bagaimana rasanya proposal dicoret-coret. Pulangnya langsung saya perbaiki, beberapa hari berikutnya saya bawa kembali ke pembimbing. Alhamdulillah dikonsultasi kedua itulah proposal saya diACC dan tepat 15 Maret pada hari Kamis saya ujian proposal.
Setelah ujian ada beberapa hal yang masih harus saya revisi atas saran dari penguji. Tidak mau menunggu lama, pulangnya langsung saya kerjakan. Beberapa hari setelah itu langsung saya bawa ke penguji untuk direvisi Alhamdulillah ternyata langsung diACC. Minggu berikutnya surat izin penelitian saya sudah ada dan tanpa menunggu lama surat tersebut langsung saya antar ke instansi yang diperlukan.
Nah, ada hal yang ngeselin tapi sekaligus juga nyenengin. Jadi sekitar jam 8 saya sudah ada di kantor instansi tersebut, setelah menunggu beberapa saat akhirnya saya dipanggil. Setelah menyampaikan maksud saya dan menyerahkan surat, ternyata kata pegawai instansi tersebut kalau surat saya paling lama diproses selama 7 hari dan paling lambat 3 hari. Baiklah, tidak apa-apa. Saya menyalami beliau, berterima kasih, lalu pamit pulang. Dan ini nih yang ngeselin, setelah sampai kosan saya yang jaraknya super jauh dari instansi tersebut dan baru saja melepas sepatu, saya dapat telpon dari pegawai tadi, kata beliau saya sudah bisa ke sana sekarang. Senang juga sih tapi khakhakakak. Akhirnya saya 'balik.'
Fyi, instansi tempat saya membawa surat izin penelitian ini adalah instansi yang akan memberikan saya surat pengantar untuk bisa meneliti di instansi tempat saya meminta data nantinya. Singkatnya ini adalah instansi pertama, jadi saya masih harus ke satu instansi lagi tempat saya meminta data. Dan tidak mau menunggu besok, setelah dari situ langsung saya bawa ke instansi kedua. Setelah menyerahkan surat saya diminta untuk kembali keesokan hari karena 'orang yang saya butuhkan' tidak ada saat itu.
Besoknya saya kembali dan disuruh langsung masuk ke salah satu ruangan. Di sana saya bertemu seorang ibu paruh baya. Sepertinya beliau memang sudah menunggu saya. Saya dipersilahkan duduk lalu beliau mulai bertanya banyak hal tentang skripsi saya. Setelah itu beliau tersenyum lalu memanggil seorang pegawai untuk mengantar saya ke tempat di mana 'data-data' yang saya perlukan itu ada.
Setelah mendapat 'data-data' tersebut, pulangnya langsung saya kerjakan skripsi saya. Saat itu sudah sore sekitar jam 4, karena saking asyiknya 'menguliti data-data itu' dan menyiksa laptop saya, saya sampai lupa waktu. Saya mengambil hp yang saat itu saya silent karena beberapa kali layarnya menyala, ada beberapa panggilan tak terjawab dan beberapa sms. Sms terakhir inilah yang membuat saya sadar bahwa semalaman ternyata saya tidak tidur. Ternyata sudah jam 9 pagi dan saya diajak ke kampus oleh teman. Bayangkan, dari jam 4 Sore hingga jam 9 pagi saya gak mandi, gak tidur, gak makan, saya cuman minum saat itu. Astaga.
Tapi gak apa-apa karena skripsi saya sudah selesai YEAAAAAAAY (maksudnya sudah siap untuk dikonsultasikan lagi dengan pembimbing). Anehnya saya gak ngantuk sama sekali bahkan juga gak lapar setelah itu khakhakakak.
Skripsi hasil ngezombie semalaman itu saya print out dan saya jilid, rencananya mau saya bawa hari itu juga tapi karena pembimbing saya hari itu gak ke kampus jadi saya putuskan untuk dibawa besok saja.
Saat konsul ke pemimbing-pembimbing saya, beliau-beliau agak kaget karena saya sudah "bakonsul lagi kong" padahal belum genap seminggu semenjak surat izin penelitian saya keluar. Dan syukurnya cuma ada beberapa poin yang harus saya tambahkan. Sama seperti saat konsul proposal, dua kali konsul Alhamdulillah diACC.
Sedihnya setelah diACC ternyata saya belum bisa ujian karena ketentuan ujian skripsi adalah minimal penelitian selama 1 bulan terhitung setelah ujian proposal sedangkan saya menyelesaikan skripsi belum juga genap dua minggu bahkan cuma perlu 3 hari untuk meneliti khakhakakak. Jadilah saya diminta menunggu dua minggu lagi agar genap sebulan untuk bisa ujian. Ya udahlah, dua minggu menunggu itu saya manfaatkan untuk menonton Spongebob di Youtube khakhakakak.
Bertepatan dengan hari Kartini, Sabtu 21 April 2018 saya ujian skripsi dan tanggal tersebut menjadi tanggal kelulusan saya. Hari yang spesial!
Semoga pengalaman saya tersebut bisa bermanfaat. Jika cuma sedikit yang bermanfaat, manfaatkan baik-baik. Yang gak bermanfaat kayak lupa makan dan lupa tidur itu jangan ditiru khakahakakak kalian gak akan mampu biar saya saja...
#cttnAA
Comments