Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Sagawele

Asal Usul Nama Desa Sagawele

  Ini Sagawele. Salah satu desa kecil yg letaknya paling ujung di Kecamatan Kayoa Selatan. Meskipun kecil, tapi punya beberapa asal usul penamaan yg unik. Versi pertama; Konon katanya kata Sagawele diambil dari bahasa Sagawele (Makian/Soma), yaitu kata Sagu yang artinya menombak dan Welik yang artinya Babi. Jadi dulu di Sagawele banyak sekali babi, dan karena para leluhur yg pertama kali mendiami Sagawele adalah muslim maka babi-babi tersebut kemudian dibunuh (ditombak). Versi lain mengatakan bahwa babi-babi tersebut dibunuh karena dianggap sebagai perusak tanaman para leluhur yg pada saat itu bekerja sebagai petani. Versi kedua; konon dulu waktu pertama kali ditemukan oleh para leluhur, Sagawele merupakan pulau yang di atasnya tumbuh banyak 'Ai Samola' atau dalam bahasa Indonesia Kayu/Pohon Samola (saya gak tau nama pohon ini dalam bahasa Indonesia hahaha). Makanya pulau tersebut kemudian diberi nama Waisamola yg diambil dari kata Ai dan Samola. Nama Waisamola kemudian berubah...

SAGAWELE: Juara Yang Tidak Naik Kelas

Saya baru saja keluar dari halaman parkir Telkom Ternate. Tadinya saya berencana untuk mengurus SIM Card saya yang hilang. Tapi sudah keburu tutup. Tidak heran.  Suara adzan di masjid sudah terdengar dari seberang jalan sana.  Itu artinya sudah pukul setengah 4 sore. “Kalau saja tadi tidak ketiduran…” Gerutu saya dalam hati. Saya agak ngebut  bawa motor- mengejar waktu karena jalanan pasti akan macet sebentar lagi. Tadi saja dari kosan ke sini jalanan sudah ramai. Orang-orang sibuk ngabuburit ?.  Ah, ya, ditambah tadi ada pawai yang dilakukan anak-anak SMA. Merayakan kelulusan mereka. Coret-coret baju, nge- rossi tanpa helm, teriak-teriak di atas mobil pickup , dan sebagian lari-lari di samping jalan. “Selamat, ya, adik-adik.” Saya  bergumam dalam hati. Ya, dalam hati saja. Tidak mungkin ikutan teriak, dong! Tapi kenapa, sih, setiap merayakan kelulusan harus dengan coret-coret seragam? Saya tidak pernah mengerti dengan tradisi tahunan anak-ana...

SAGAWELE: Sepupu Ahli Pemetik Kelapa

Perkenalkan tiga sepupu saya dalam tulisan kali ini. Mereka adalah Ari, Aldi, dan Febi. Perkenalkan juga tokoh-tokoh lainnya ; Nenek, Bibi Atia, dan Nenek Jangki. Bibi Atia adalah Ibunya Ari dan Aldi. Saya bersepupu dengan mereka berdua karena Ayah mereka adalah kakak kandung Ibu saya. Sedangkan Nenek Jangki adalah neneknya Febi. Sebenarnya nenek kami juga, sih,  karena beliau masih sepupunya nenek. Dan itulah kenapa Febi juga masih sepupu saya. Sepupu ‘jauh’kata orang-orang. Oke, mari tinggalkan dulu silsilah keluarga! Suatu Minggu di musim hujan, saya dan ketiga sepupu saya diajak ikut bersama Nenek, Nenek Jangki, dan Bibi Atia ke kebun untuk menanam kasbi . Sebenarnya jika tidak hujan pagi itu, rencana awal kami adalah berangkat kurang lebih pukul 7.00. Namun begitulah, manusia hanya bisa merencanakan yang menentukan tetaplah Tuhan. Hujan mulai turun semenjak subuh dan baru berhenti sekitar pukul 8.00 lewat beberapa menit. Setelah itu barulah matahari mulai keliha...

SAGAWELE: Bubane

Selain laut, bubane adalah salah satu tempat yang disukai oleh anak-anak di Sagawele.  Bubane atau dalam bahasa Indonesia yang berarti kebun, adalah Mall bagi mereka. Kurang lebih seperti itu. Buktinya pada hari libur, hari Minggu misalnya, banyak anak-anak kecil yang menghabiskan waktu di sana. Bahkan kadang, saat tidak libur pun mereka tetap pergi ke sana sepulangnya mereka dari sekolah. Kalau bukan bersama orang tua maka pasti dengan teman-teman. Ketika pergi bersama orang tua maka kegiatan mereka tidak lain tentunya berkebun, membantu orang tua untuk membersihkan hama tanaman mereka, memanen tanaman, atau menanami kembali kebun mereka dengan kasbi . Ya, kasbi . Tanaman pokok orang-orang di Sagawele. Selain itu juga mereka menanam kelapa, mangga, pepaya, dan tanaman-tanaman lainnya seperti terong, rica, dan lain-lain. Seusai membantu orang tua barulah waktunya untuk ‘bermain’. ‘Bermain’; memetik kelapa muda di kebun untuk diminum, mencari kelapa tua yang jatuh untu...

SAGAWELE: Mahasiswa KKS UMMU

"Perpisahan yang penuh dengan tangisan adalah perpisahan yang tidak kita inginkan. Perpisahan yang ditangisi adalah perpisahan dengan orang  yang kita kasihi." (-Alan Arifin) Seorang anak berseragam putih-merah sedang berdiri di depan kelas membelakangi papan tulis hitam yang dipaku ke dinding dengan cat berwarna kuning yang sudah memudar. Untuk ukuran anak sekolah anak ini boleh dibilang rapi. Mulai dari seragam yang kemejanya diisi dalam, dasi, ikat pinggang, kaos kaki, dan sepatu. Kurang topi? Tidak. Topinya diletakkan di atas meja karena aturannya: “ tidak boleh memakai topi di dalam kelas ”. Anak ini juga terlihat culun. Dasinya yang pendek ujungnya hampir menyentuh kepala ikat pinggangnya. Tidak heran karena ikat pinggangnya melingkar di atas pusarnya. Belum lagi kaos kaki anak ini yang tingginya hampir mencium lututnya. Jika dipakaikan kacamata bulat dan rambutnya disisir ‘belah-tengah’ maka sempurnalah keculunannya. Anak itu adalah saya. “Perkenalkan,...

SAGAWELE: Bioskop Tradisional

"Orang-orang-beberapa orang,-masing-masing orang masih sibuk dengan dunianya sendiri. Sibuk mencari sesuatu yang bisa dijadikan alasan untuk bahagia. (-Alan Arifin)" Saya baru saja melangkahkan kaki memasuki pintu bioskop. Yup, saya ingin menonton film. Ya, iyalah masa mau beli tomat?  Saya sendiri. Maksud saya ada banyak orang di dalam -tapi saya datang sendiri tanpa teman menonton. Tipikal introvert? Atau mungkin benar kata orang bahwa semakin dewasa kita semakin nyaman sendiri. “Kata siapa?” Ngomong-ngomong, bioskop tempat saya menonton adalah satu-satunya bioskop di Ternate. Baru dibuka sekitar setahun lalu? Kira-kira. Jadi, ruangan bioskop tidak pernah kehilangan penonton. Kecuali pada saat ditutup tentunya. Hehehe. ***                  ***                *** Ternyata banyak yang sudah mengantr...

SAGAWELE: Pelabuhan Kenangan

Kalian bisa mendapatkan sinyal handphone untuk nelpon dan sms-an di tempat ini. Jika beruntung, kalian juga bisa mengakses internet dengan catatan harus sabar karena 'leletnya' minta ampun. Yaa, masih mending daripada gak bisa sama sekali, kan? Hahaha Dulu waktu kecil, tempat ini menjadi favorit saya dan teman-teman, apalagi saat turun hujan tempat ini akan dipenuhi oleh kami. Ada yang setengah telanjang, ada yang telanjang tanpa sehelai benang, juga ada yang pakai celana panjang dengan kaos lengan panjang; lengkap. Pokoknya telanjang atau tidak yang penting kami bisa mandi hujan dan bisa ke tempat ini. Ramai-ramai kami melompat ke laut, naik lagi ke atas pelabuhan lalu melompat lagi, begitu seterusnya. Ada yang main dorong-dorongan, ada yang unjuk bakat; melompat dengan berbagai gaya. Waktu pulang adalah saat bibir kami mulai membiru dan badan mulai menggigil. Euforia masa kecil saat hujan turun itu masih terasa setiap kali saya ke tempat ini... #cttnAA #Sagawele

SAGAWELE: Nenek dan Kakek

Dari kecil tinggal bersama nenek, ratusan pengalaman dan cerita telah nenek bagi kepada saya. Dan dari sekian banyaknya pengalaman dan cerita tersebut satu yang sering saya dengar adalah cerita tentang kakek. Seperti pagi tadi saat saya berbaring di sebelah nenek. "Kamu itu sama kayak kakek, kalo makan suka pilih-pilih" Kata nenek. "Karena itu dulu kakek yang sering ke pasar beli sayuran, beli ini-itu, meskipun tanpa nenek minta. Saat kakek ada gaji, kami ke pasar bersama. Beli gula, beli beras... ... Kami gak pernah ngutang." Kenang nenek. Kakek dari cerita-cerita nenek adalah gambaran sosok penyayang. Saya selalu menemukan senyuman diwajah nenek setiap kali mengenang kakek. Ingin saya selami pikiran dan hati nenek di saat-saat seperti itu untuk mengetahui apa yang dirasakan oleh nenek. Rindu? Jika iya, maka benarlah; seseorang yang hidup di hati kita akan selalu tinggal di sana seberapa pun jauh raga kita terpisah. Kakek memang sudah tiada, tapi hidup ...

SAGAWELE: SMK Baru di Sagawele!

Di tulisan sebelumnya tentang SMP di mana saya bersekolah dulu, saya telah menceritakan bagaimana dulu kami mengakali fasilitas sekolah yang sangat terbatas. Kurangnya buku pelajaran; kadang hanya ada satu, sehingga kami harus mencatat setiap isinya; kurangnya guru-guru, kadang ada satu guru merangkap dua bahkan tiga mata pelajaran sekaligus; bahkan gedung pun saat itu adalah gedung tua SD yang tidak terpakai yang 'dipinjamkan' kepada SMP kami. Tiga ruangan, salah satunya dipetak menggunakan triplek menjadi dua ruangan; satu ruang kelas satunya lagi ruang kantor. Beruntunglah, kini SMP kami telah memiliki gedung sendiri. Dan kini gedung tersebut juga digunakan oleh SMK yang baru didirikan di desa ini. SMK yang baru memulai semester awal mereka tahun kemarin. SMK dengan siswa-siswi angkatan pertamanya. Sebagai sekolah yang baru berdiri maka kondisi mereka tidak jauh berbeda dengan kondisi kami dahulu. Yang membedakan; jika dulu kami menggunakan gedung tua SD yang tidak ter...

SAGAWELE: SMP N 6 Kayoa Selatan - SMP 57 Halmahera Selatan

Sekitar tahun 2007 didirikanlah sebuah Sekolah Menengah Pertama di Sagawele. Sekolah ini merupakan tempat aku bersekolah dulu juga merupakan satu-satunya SMP di Sagawele. Awalnya, SMP ini merupakan sekolah swasta dengan nama SMP Waisamola. Aku termasuk angkatan ke dua dari SMP ini. Kurang lebih setahun sebelum aku lulus, SMP Waisamola dinegerikan dan berganti nama menjadi SMP Negeri 6 Kayoa lalu akhirnya menjadi SMP 57 Halmahera Selatan hingga sekarang. Dulu, zamannya kami bersekolah di SMP ini-saat masih bernama SMP Waisamola, kami 'meminjam' satu gedung SD Negeri 34 Halmahera Selatan yang terdiri dari tiga ruang kelas. Gedung tersebut merupakan gedung lama SD yang saat itu tidak lagi terpakai. Seperti yang ku tulis pada postinganku sebelumnya, SD Negeri 34 Halmahera Selatan atau yang dulunya bernama SD Negeri Sagawele adalah SD tempat aku bersekolah dulu juga merupakan satu-satunya SD di Sagawele. Dari tiga ruangan tersebut, salah satu ruangan dipetak menjadi dua menggu...

SAGAWELE: SD Negeri Sagawele - SD Negeri 34 Halmahera Selatan

Ini SD-ku, SD Negeri Sagawele yang sekarang berganti nama menjadi SD Negeri 34 Halmahera Selatan. SD ini merupakan satu-satunya SD di Sagawele. SD di mana Kakek dulu pernah menjadi Kepala Sekolah. Dan meskipun tidak pernah melihat wajah beliau, cerita-cerita dari orang-orang di sini membuat aku mengidolakan Kakek sejak kecil. Karena beliau, saat SD ketika ditanya apa cita-citaku, aku selalu mantap menjawab "guru". Banyak yang berubah dari sekolah ini, ada gedung baru (*baru aku lihat hehe) yang difungsikan sebagai ruang guru (kantor), pintu pagar yang terbuat dari kayu yang bisa rusak kapan saja jika ada yang membukanya dengan tergesa-gesa, kontras dengan pagar beton yang kokoh tapi kehilangan warna, papan nama sekolah yang entah kenapa rusak dan dibiarkan begitu saja, cat gedung sekolah yang mulai memudar dan entah kenapa tidak dicat kembali, plafon di beberapa ruangan yang sudah mulai reot dan entah kenapa tidak diperbaiki, dan masih banyak lagi. Rentang waktu tujuh tah...