Skip to main content

SURGA & NERAKA vs. TUHAN



Saya coba bertanya ke seorang teman kenapa dia rajin sholat dan dia menjawab: "karena pengen masuk syurga dan takut masuk neraka"

Saya bertanya lagi ke seorang teman yang lain dengan pertanyaan yang sama lalu dia menjawab: " karena itu perintah Allah" Lalu saya bertanya sekali lagi padanya: "kenapa melaksanakan perintah Allah?" Dan dia menjawab "karena saya pengen masuk syurga"

Lalu saat saya bertanya pada diri saya sendiri, saya tetap menemukan jawaban yang sama: karena pengen syurga dan takut neraka.

Mari kita buat perandaian:
Saat seorang anak kecil diperintahkan untuk tidur siang oleh orangtuanya, Ia akan segera tidur ketika diimingi-imingi hadiah atau ketika diancam diberi hukuman jika Ia tidak melakukannya. Ia segera tidur siang bukan sebagai wujud berbakti dan kasih sayangnya terhadap orangtua yang telah membuatnya lahir ke dunia. Karena pada tahap tersebut,  anak kecil itu bahkan belum tahu apa itu berbakti dan bagaimana Ia harus melakukannya.

Sudah jelas?

Maka mungkin selama ini kita berusaha melakukan kebaikan karena mengharapkan imbalan dari Tuhan berupa syurga dan mungkin kita menyesal saat sadar melakukan dosa karena takut pada hukuman Tuhan berupa neraka; bukan karena mencintai Tuhan. 

Mungkin selama ini kita hanya berusaha mengejar hadiah dan menghindari murkaNya bukan karena wujud cinta, bakti, dan rasa syukur kita padaNya.

Mungkin selama ini kita hanya fokus mengejar syurga dan takut dikejar neraka, bukan fokus kepada pemilikNya.


#cttnAA

Comments

Popular posts from this blog

Home is My Favorite Word

  Salah satu kata favoritku dalam bahasa inggris adalah ‘home’ yang berarti rumah. Memang kata rumah dalam bahasa inggris bukan hanya ‘home’, ada ‘house’ juga. Yang menjadi pembeda, saat kita bilang ‘house’ maka artinya hanya sebatas ‘bangunan fisik’ yang kita tempati. Tidak lebih. Sedangkan saat kita bilang ‘home’ kita tidak hanya bicara tentang bangunan fisik, kita bicara tentang perasaan. ‘Home’ berarti perwujudan apapun yang membuat kita nyaman dan menemukan cinta. Maka itu bisa tempat, bangunan, atau bahkan orang. Selama kita merasa nyaman. Selama kita merasa aman. Selama kita merasa dicintai. Selama kita bisa menjadi diri kita sendiri tanpa khawatir dinilai. Selama kita bahagia. Maka tidak penting dalam bentuk apapun, itu adalah ‘home’. Ketika seseorang bilang ke kita “you are my home” atau “you feel like home to me”, bagiku itu adalah bentuk penghargaan tertinggi.

Bagaimana sih Caranya Agar Skripsi Cepat Kelar? (Bagian 1: Pengalaman)

Menurut saya ada tiga hal penting yg harus kita punya: Tekad, Sabar, Optimis. Tekad untuk bisa menyelesaikan skripsi tepat waktu, sabar melewati rintangan-rintangan selama proses mengerjakan, dan harus optimis tentunya. Jangan lupa berdo'a... Nah, saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya dalam menyelesaikan skripsi saya beberapa bulan lalu. Jadi kebetulan saat semester 6 ada satu mata kuliah di mana kami ditugaskan oleh dosennya untuk menyelesaikan sebuah studi kasus. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok memilih gulungan kertas berisi judul studi kasus yang sebelumnya telah disiapkan oleh beliau. Tugas kelompok dan judul dari kelompok kami inilah cikal bakal Skripsi saya. Singkat cerita, tibalah hari presentasi kelompok kami. Saat presentasi Alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan. Nah, sebenarnya pada saat proses mengerjakan saya sudah tertarik dengan tugas tersebut dan saat dikomentari oleh dosen mata kuliah itu bahwa hasil tugas dan presenta...

ARTI KEHILANGAN

  Kehilangan itu ibarat api. Semua orang tahu sifatnya panas. Tapi saat terbakar barulah kita mengerti bagaimana rasa sakitnya. Dulu saat melihat orang lain kehilangan orang yang mereka cintai, saya hanya merasa iba dan perihatin. Karena saya tahu rasanya pasti sakit. Tapi hanya sebatas itu. Dan setelah mengalami sendiri saya baru paham kenapa dulu mereka bisa menangis berhari-hari, kenapa setelah itu ada yang berubah dari mereka. Ternyata rasa sakit dari kehilangan bisa semenyakitkan itu. Kehilangan bisa mengubah kenangan-kenangan indah menjadi luka. Mengubah hal-hal yang dulu menyenangkan menjadi menyakitkan. Kehilangan bisa mengobrak-abrik rasa, memecahkannya menjadi serpihan-serpihan kecil yang setiap waktu menusuk-nusuk hati dan pikiran kita.