Skip to main content

Kuburan

 



Waktu kecil dulu aku selalu menemanimu setiap ziarah ke pekuburan. Tugasku adalah membersihkan kuburan; menyapunya. Kau yang menaburi bunga dan menyirami air.


Dari satu kuburan ke kuburan lain kau selalu sabar menjawab pertanyaan-pertanyaanku tentang mereka. Menjelaskan bagaimana hubunganmu dengan mereka; beberapa adalah cucumu, ada anak-anakmu, saudaramu, juga orangtuamu. Karena selalu ikut, sampai sekarang aku masih ingat dengan jelas satu per satu kuburan dan cerita tentang mereka.

Sekarang aku ke pekuburan ini tanpa langkah kakimu. Tanpa sosokmu di sebelahku menenteng keranjang berisi bunga. Tidak ada lagi tawamu pada kekesalanku setiap kali ember berisi air yang kubawa kotor (ada sebutir pasir di dalamnya).

Aku tidak lagi bisa melihat sosokmu menaburi bunga di atas kuburan. Kau seharusnya sedang bercerita dan menjawab segala pertanyaan-pertanyaanku yang kadang membuatmu tertawa karena tak masuk akal.

18 hari setelah kepergianmu. Kita yang biasanya berziarah bersama, kita yang biasanya datang ke sini dan pulang ke rumah bersama, sekarang berubah. Yang tinggal hanya aku yang datang menatapi kuburanmu. Datang tanpa sosokmu, pulang tanpa sosokmu.

Pekuburan yang sunyi ini makin terasa sunyi.

Comments

Popular posts from this blog

Home is My Favorite Word

  Salah satu kata favoritku dalam bahasa inggris adalah ‘home’ yang berarti rumah. Memang kata rumah dalam bahasa inggris bukan hanya ‘home’, ada ‘house’ juga. Yang menjadi pembeda, saat kita bilang ‘house’ maka artinya hanya sebatas ‘bangunan fisik’ yang kita tempati. Tidak lebih. Sedangkan saat kita bilang ‘home’ kita tidak hanya bicara tentang bangunan fisik, kita bicara tentang perasaan. ‘Home’ berarti perwujudan apapun yang membuat kita nyaman dan menemukan cinta. Maka itu bisa tempat, bangunan, atau bahkan orang. Selama kita merasa nyaman. Selama kita merasa aman. Selama kita merasa dicintai. Selama kita bisa menjadi diri kita sendiri tanpa khawatir dinilai. Selama kita bahagia. Maka tidak penting dalam bentuk apapun, itu adalah ‘home’. Ketika seseorang bilang ke kita “you are my home” atau “you feel like home to me”, bagiku itu adalah bentuk penghargaan tertinggi.

Bagaimana sih Caranya Agar Skripsi Cepat Kelar? (Bagian 1: Pengalaman)

Menurut saya ada tiga hal penting yg harus kita punya: Tekad, Sabar, Optimis. Tekad untuk bisa menyelesaikan skripsi tepat waktu, sabar melewati rintangan-rintangan selama proses mengerjakan, dan harus optimis tentunya. Jangan lupa berdo'a... Nah, saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya dalam menyelesaikan skripsi saya beberapa bulan lalu. Jadi kebetulan saat semester 6 ada satu mata kuliah di mana kami ditugaskan oleh dosennya untuk menyelesaikan sebuah studi kasus. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok memilih gulungan kertas berisi judul studi kasus yang sebelumnya telah disiapkan oleh beliau. Tugas kelompok dan judul dari kelompok kami inilah cikal bakal Skripsi saya. Singkat cerita, tibalah hari presentasi kelompok kami. Saat presentasi Alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan. Nah, sebenarnya pada saat proses mengerjakan saya sudah tertarik dengan tugas tersebut dan saat dikomentari oleh dosen mata kuliah itu bahwa hasil tugas dan presenta...

ARTI KEHILANGAN

  Kehilangan itu ibarat api. Semua orang tahu sifatnya panas. Tapi saat terbakar barulah kita mengerti bagaimana rasa sakitnya. Dulu saat melihat orang lain kehilangan orang yang mereka cintai, saya hanya merasa iba dan perihatin. Karena saya tahu rasanya pasti sakit. Tapi hanya sebatas itu. Dan setelah mengalami sendiri saya baru paham kenapa dulu mereka bisa menangis berhari-hari, kenapa setelah itu ada yang berubah dari mereka. Ternyata rasa sakit dari kehilangan bisa semenyakitkan itu. Kehilangan bisa mengubah kenangan-kenangan indah menjadi luka. Mengubah hal-hal yang dulu menyenangkan menjadi menyakitkan. Kehilangan bisa mengobrak-abrik rasa, memecahkannya menjadi serpihan-serpihan kecil yang setiap waktu menusuk-nusuk hati dan pikiran kita.