Waktu masih sekolah dulu (SD, SMP, SMA) saya pernah dihukum guru. Seingat saya, saya sudah pernah dipukuli pake rotan atau pake penggaris papan yg tingginya melebihi tinggi saya saat itu. Betis, bokong, dan lengan jadi sasaran. Bahkan hidung, telinga, kepala, dahi, pun mulut tidak ketinggalan ikutan dihukum. Dulu, guru-guru Saya memang punya hukuman yg berbeda-beda. Ada guru yg suka menjewer telinga, ada yang suka memukul tulang hidung pake pensil atau pena, ada yang suka mencubit paha, ada juga yang suka menarik jambang, ada yang suka menjitak kepala, ada yang lebih suka menggunakan rotan, banyak pokoknya, macam-macam. Kesal, iya. Tapi jika diingat-ingat sekarang saya jadi befikir "Oh, jadi ini tujuan guru kami, ternyata untuk kebaikan kami sendiri"
Zaman sekarang, sudah jarang bangat ada guru yang menggunakan hukuman fisik. Ya, karena apa? Salah sedikit saja gurunya langsung dilaporin ke polisi. Masuk penjara. Bahkan ada orang tua yang datang dan ngamuk-ngamuk ke sekolah jika anaknya dihukum. Makanya jangan heran jika melihat video (yang sempat viral) anak SD yang 'ngamuk' pada gurunya. Jangan heran juga dengan kasus guru yang meninggal karena dianiaya oleh muridnya sendiri beberapa waktu lalu. "Ngapain takut sama guru? Udah, bikin pelanggaran aja, kalau kita dihukum ngadu sama orang tua biar gurunya dilaporin ke polisi. Atau kita videoin biar viral, biar gurunya tau rasa".
Semua orang mungkin tidak setuju dengan bentuk hukuman fisik oleh guru pada muridnya. Tapi percayalah, bentuk hukuman tersebut tujuannya tidak lain adalah untuk mendidik murid itu sendiri. Jika memang tidak setuju dengan hukuman tersebut, maka mungkin hukuman lain yang harus diberikan adalah: konsekuensinya di nilai saja oleh guru yang bersangkutan, dilarang untuk mengikuti mata pelajaran guru yang bersangkutan hingga akhir semester, dianggap tidak lulus di mata pelajaran guru yang bersangkutan, atau dipulangkan, kasarnya dikeluarkan dari sekolah. Tapi tawaran hukuman tersebut, jika guru diminta untuk memilih, maka pasti guru-guru akan lebih memilih 'memberi hukuman fisik' dibandingkan tidak meluluskan muridnya.
"Jadi guru zaman sekarang memang susah karena murid-murid zaman sekarang."
Nenek pernah bilang begini dalam bahasa Inggris: "Tiskola ja, cciap tarima yapule. Ni resiko hajado" (terjemahkan sendiri kalau memang penasaran"
Comments