Skip to main content

Posts

SURGA & NERAKA vs. TUHAN

Saya coba bertanya ke seorang teman kenapa dia rajin sholat dan dia menjawab: "karena pengen masuk syurga dan takut masuk neraka" Saya bertanya lagi ke seorang teman yang lain dengan pertanyaan yang sama lalu dia menjawab: " karena itu perintah Allah" Lalu saya bertanya sekali lagi padanya: "kenapa melaksanakan perintah Allah?" Dan dia menjawab "karena saya pengen masuk syurga" Lalu saat saya bertanya pada diri saya sendiri, saya tetap menemukan jawaban yang sama: karena pengen syurga dan takut neraka. Mari kita buat perandaian: Saat seorang anak kecil diperintahkan untuk tidur siang oleh orangtuanya, Ia akan segera tidur ketika diimingi-imingi hadiah atau ketika diancam diberi hukuman jika Ia tidak melakukannya. Ia segera tidur siang bukan sebagai wujud berbakti dan kasih sayangnya terhadap orangtua yang telah membuatnya lahir ke dunia. Karena pada tahap tersebut,  anak kecil itu bahkan belum tahu apa itu berbakti dan bagaimana Ia har...

(Jika) ini tentang Pak Joko dan Pak Wowo...

Dua hal yang selalu berhasil 'membutakan' manusia adalah: cinta dan benci. Apalagi dalam kadar yang berlebihan. Saat rasa cinta kita terlalu besar pada seseorang, maka apapun tindakan dari orang tersebut akan selalu benar di mata kita. Apapun perbuatannya akan selalu baik menurut kita. Tidak ada satu tindakan darinya yang salah, tidak ada satu perbuatan darinya yang buruk menurut kita. Pun saat telinga kita 'berhasil' mendengar kesalahannya, saat mata kita 'berhasil' menemukan keburukannya, kita tetap tidak akan mengakuinya sebagai suatu kesalahan atau pun suatu keburukan. Karena sekali lagi: tidak ada satu tindakan darinya yang salah, tidak ada satu perbuatan darinya yang buruk menurut kita. Sebaliknya saat kita memiliki rasa benci yang besar terhadap seseorang. Setiap langkah yang Ia ambil adalah salah di mata kita. Setiap perbuatan yang Ia lakukan akan selalu buruk di mata kita. Meskipun 'diam-diam' ada bagian dalam hati kita yang menga...

SAGAWELE: Pelabuhan Kenangan

Kalian bisa mendapatkan sinyal handphone untuk nelpon dan sms-an di tempat ini. Jika beruntung, kalian juga bisa mengakses internet dengan catatan harus sabar karena 'leletnya' minta ampun. Yaa, masih mending daripada gak bisa sama sekali, kan? Hahaha Dulu waktu kecil, tempat ini menjadi favorit saya dan teman-teman, apalagi saat turun hujan tempat ini akan dipenuhi oleh kami. Ada yang setengah telanjang, ada yang telanjang tanpa sehelai benang, juga ada yang pakai celana panjang dengan kaos lengan panjang; lengkap. Pokoknya telanjang atau tidak yang penting kami bisa mandi hujan dan bisa ke tempat ini. Ramai-ramai kami melompat ke laut, naik lagi ke atas pelabuhan lalu melompat lagi, begitu seterusnya. Ada yang main dorong-dorongan, ada yang unjuk bakat; melompat dengan berbagai gaya. Waktu pulang adalah saat bibir kami mulai membiru dan badan mulai menggigil. Euforia masa kecil saat hujan turun itu masih terasa setiap kali saya ke tempat ini... #cttnAA #Sagawele

My Dearest Friends: Akuntansi UMMU 014

"Ingatlah: saat waktu membuat jarak di antara kita semakin melebar, peluklah semua kenangan kita dengan erat" (-Alan Arifin) Aku masih ingat dengan sms-sms menjengkelkan kalian yang sering masuk di handphoneku soal dosen dan jam kuliah khakahakakak. "Dosen so masuk, cepat daa" dulu sms itu yang sering aku kirim ke kalian meskipun dosennya belum datang dan entah kenapa kalian selalu percaya khakahakak. Hari ini-jika tidak salah-tepat tiga tahun sembilan bulan 25 hari waktu menggerogoti kebersamaan kita. Hampir empat tahun! Dulu, waktu kita masih sering mengeluh sama-sama karena ribetnya tugas kuliah, kita pernah memiliki "do'a" yang sama yaitu semoga kita cepat lulus dan bebas dari tugas-tugas yang banyak itu. Sekarang Tuhan telah mengabulkan do'a kita, meskipun ada beberapa dari kita yang masih harus berjuang sedikit lagi. Dan... dibalik tawa kita kemarin, ada satu kenyataan yang  mengganggu bahagiaku, maksudku bahagianya kita. Yaitu keny...

HMPS Akuntansi UMMU - Gerakan Akuntansi Berbagi

"28 Oktober 2017" Ini adalah foto teman-teman Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMPS-A) UMMU bersama dengan teman-teman di Panti Asuhan Nurul Qalbi Ternate dalam kegiatan Gerakan Akuntansi Berbagi. Dari beberapa kegiatan yg pernah kami selenggarakan,ini adalah salah satu kegiatan yg paling berkesan untuk saya. Gerakan Akuntansi Berbagi adalah kegiatan amal  untuk menyantuni anak yatim piatu yang kami laksanakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda. Tujuannya adalah untuk meningkatkan rasa kepedulian sosial pengurus HMPS-A UMMU pada khususnya, dan diharapkan dapat berefek ke seluruh civitas akademika UMMU pada umumnya, dan lebih luas lagi pada masyarakat kota Ternate. Menurut kami Hari Sumpah Pemuda merupakan momen yg tepat untuk diperingati oleh para pemuda khususnya pengurus HMPS-A UMMU dengan kegiatan yg positif. Salah satunya adalah Gerakan Akuntansi Berbagi yg sekaligus menjadi pengingat bahwa anak-anak yatim piatu yg berada di Panti Asuhan juga ...

SAGAWELE: Nenek dan Kakek

Dari kecil tinggal bersama nenek, ratusan pengalaman dan cerita telah nenek bagi kepada saya. Dan dari sekian banyaknya pengalaman dan cerita tersebut satu yang sering saya dengar adalah cerita tentang kakek. Seperti pagi tadi saat saya berbaring di sebelah nenek. "Kamu itu sama kayak kakek, kalo makan suka pilih-pilih" Kata nenek. "Karena itu dulu kakek yang sering ke pasar beli sayuran, beli ini-itu, meskipun tanpa nenek minta. Saat kakek ada gaji, kami ke pasar bersama. Beli gula, beli beras... ... Kami gak pernah ngutang." Kenang nenek. Kakek dari cerita-cerita nenek adalah gambaran sosok penyayang. Saya selalu menemukan senyuman diwajah nenek setiap kali mengenang kakek. Ingin saya selami pikiran dan hati nenek di saat-saat seperti itu untuk mengetahui apa yang dirasakan oleh nenek. Rindu? Jika iya, maka benarlah; seseorang yang hidup di hati kita akan selalu tinggal di sana seberapa pun jauh raga kita terpisah. Kakek memang sudah tiada, tapi hidup ...

SAGAWELE: SMK Baru di Sagawele!

Di tulisan sebelumnya tentang SMP di mana saya bersekolah dulu, saya telah menceritakan bagaimana dulu kami mengakali fasilitas sekolah yang sangat terbatas. Kurangnya buku pelajaran; kadang hanya ada satu, sehingga kami harus mencatat setiap isinya; kurangnya guru-guru, kadang ada satu guru merangkap dua bahkan tiga mata pelajaran sekaligus; bahkan gedung pun saat itu adalah gedung tua SD yang tidak terpakai yang 'dipinjamkan' kepada SMP kami. Tiga ruangan, salah satunya dipetak menggunakan triplek menjadi dua ruangan; satu ruang kelas satunya lagi ruang kantor. Beruntunglah, kini SMP kami telah memiliki gedung sendiri. Dan kini gedung tersebut juga digunakan oleh SMK yang baru didirikan di desa ini. SMK yang baru memulai semester awal mereka tahun kemarin. SMK dengan siswa-siswi angkatan pertamanya. Sebagai sekolah yang baru berdiri maka kondisi mereka tidak jauh berbeda dengan kondisi kami dahulu. Yang membedakan; jika dulu kami menggunakan gedung tua SD yang tidak ter...